Konsep Operasional Sistem Informasi Pesantren SIMATREN

simatren.com | Banyak yang bertanya, bagaimana sebenarnya konsep utama dari SIMATREN? Wajar pertanyaan ini membanjiri kolom kontak kami, sebab memang banyak aplikasi serupa, namun terkesan kaku dan tidak cocok digunakan untuk pesantren.

Kali ini saya akan jelaskan konsep utama dari aplikasi pendataan santri yang dikenal dengan SIMATREN.

Konsep Umum Pendataan Santri di SIMATREN

Secara umum, aplikasi ini didesain menyesuaikan dengan program pesantren dan bukan sebaliknya, program pesantren harus disesuaikan dengan aplikasi. Mengapa demikian?

Jelas karena si pembuatnya sadar betul, tiap pesantren memiliki ciri dan program bahkan managemen yang berbeda.

Kategorisasi Santri

Oleh sebab itu, ada fitur-fitur dalam simatren yang bisa dikembangkan sendiri oleh pesantren.

Sebagai contoh, di pesantren tentu ada hunian santri yang di dalamnya terdiri dari beberapa kamar. Hunian tersebut biasa di istilahkan asrama santri, atau komplek santri.

Misalnya, ada komplek/ asrama A, dengan jumlah kamar 10, dengan rincian kamar A-1, A-2, A-3 dan seterusnya hingga A-10.

Untuk membuat data hunian santri lengkap dengan kamar, ada fitur pembuatan “departemen” yang bisa digunakan untuk nama komplek/ asrama, dengan satu penanggung jawab diambil dari data pengurus.

Baca Juga : Fitur Unggulan Sistem Informasi Pesantren SIMATREN

Fitur “departemen” ini bisa diterapkan pula di kategorisasi santri, misalnya konsulat / organisasi, atau bidang pendidikan.

Biasanya sebuah pesantren, santri punya kategori-kategori, misalnya kategori konsulat atau organisasi.

Contoh, organisasi santri asal kalimantan barat (Iskab), santri asal Madura (ISMA), santri asal Malang (ISADARMA) dan seterusnya.

Ada pula kategorisasi berdasarkan pendidikan. Hal ini bisa berbentuk kegiatan kepesantrenan. Contoh, Departemen Pendidikan, Departemen Ubudiyah.

Pengangkatan Pengurus Pesantren

Selain konsep pendataan diatas, di pesantren tentu ada pengurus pesantren dengan jabatan-jabatan tertentu.

Di SIMATREN, telah disediakan fitur-fitur umum.untuk mendata nama-nama santri yang diangkat menjadi pengurus tertentu.

Untuk alur pengangkatan pengurus, secara umum demikian:

Data Santri => Dijadikan => Pengurus

Artinya, Pengurus Pesantren diambilkan dari data santri yang sebelumnya sudah dimasukkan datanya oleh admin.

Selanjutnya, ada pilihan-pilihan jabatan yang disediakan, antara lain Pengurus Penanggung Jawab Departemen, Pengurus Khusus Keamanan, Pengurus bagian Bendaraha.

Khusus yang terakhir ini, ada dua jenis pilihan, ada Bendahara 1 yang memiliki kebijakan utama dalam keuangan, dan Bendahara 2 yang khusus menangani transaksi tunggakan, tabungan dan lain sebagainya.

Selain konsep dan cara kerja Sistem Informasi Pesantren pada SIMATREN diatas, ada banyak fitur yang disediakan, mulai dari absensi seluruh santri, atau absensi perdepartemen, sistem perijinan dan lain sebagainya.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *